Sabtu, 19 November 2016

sendi pada orang, guna, ilustrasi, abnormalitas serta gambarnya

pemahaman engsel

engsel adalah lokasi kopulasi antara tulang-tulang alias antara tulang atas tulang memilukan. dengan cara fungsional sendi dibagi jadi:

1. synarthrosis ialah sendi yang enggak bisa beranjak.
2. amphiarthrosis ialah sendi yang pergerakannya sedikit.
3. dyarthrosis ialah sendi yang pergerakannya berdikari

dengan cara sistemis (terdapat alias tidaknya gerong sendi serta jaringan ikat yang terletak di dalamnya) sendi dibagi jadi 3 bagai: fibrosa, tulang memilukan, synovial.

1. sendi fibrosa

terbelah lagi jadi:

a) sutura

enggak ada gerong sendi, tulang atas tulang dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa yang tangguh serta pipih, ada di antara tulang kepala, dengan cara fungsional termasuk synarthrosis.

b) syndesmosis

ada lebih melimpah jaringan ikat pada sendi. ilustrasi: sendi antara tibia serta fibula.

c) gomphosis

contohnya ialah yang-yang gigi yang berikatan atas alveoli (soket) rahang, barang yang terletak di antaranya ialah jaringan ikat ligamen periodontal.

2. sendi tulang memilukan

pada kategori ini gerong sendi lenyap karna diisi tulang memilukan, terbelah jadi:

a) synchondrosis


tulang memilukan yang memuat sendi berwujud tulang memilukan hialin yang termasuk kategori ini ialah diskus epifise pada tulang-tulang yang lagi tumbuh serta sendi antara costa atas sternum.

b) symphisis


tulang memilukan yang memuat gerong sendi berwujud diskus tulang memilukan fibrosa yang pipih. contohnya: sendi di antara vertebrae serta di antara os. pubis (symphisis pubis).

3. sendi synovial


ada sesuatu gerong di antara 2 pucuk tulang, gerong ini dikenal gerong synovia.

- dasaran tulang yang berikatan diselaputi oleh selapis tulang memilukan hialin.
- pada gerong synovia ada larutan yang berisi asam hialuronat yang dibuahi oleh memebran synovia.
bagai sendi


macam-macam sendi

1. sendi anak bedil (endartrosis)

engsel yang membolehkan pergerakan ke semua arah. ilustrasi: ikatan tulang tangan berdasarkan serta tulang gelang bokong.

2. sendi persendian (gynglumus)

engsel yang membolehkan aksi satu arah. ilustrasi: sendi pada dengkul serta sendi tangan.

3. sendi pusing (trokoidea)

engsel yang membolehkan aksi berkeliling (perputaran). ilustrasi: ikatan tulang batok kepala atas tulang belakang i (denah).

4. sendi sadel (sellaris)

kedua pucuk tulang membangun serupa sadel.
ilustrasi: sendi pada tulang bunda jemari atas telapak tangan.

5. sendi ellips (ellipsoidea)

kedua pucuk tulang berupa bulat panjang.
ilustrasi: pergelangan tangan.

6. sendi membawa

berwujud pergeseran pada tulang.
contohnya aksi pada sendi-sendi diantara tulang-tulang carpalia serta tarsalia.

gerakan-gerakan pada sendi

beralih, berwujud pergeseran antara tulang, contohnya aksi pada sendi-sendi diantara tulang-tulang carpalia serta tarsalia. berlangsung pada sendi membawa.
extensi, berwujud aksi emendasi sendi, berlangsung pada sendi persendian, contohnya extensi sendi dengkul.
flexi, berwujud aksi pelengkungan sendi, berlangsung pada sendi persendian, contohnya flexi sendi kisi-kisi.
abduksi, berwujud aksi yang menjuauhi sumbu badan, berlangsung pada sendi anak bedil, contohnya mengangkat tangan kesamping.
adduksi, aksi yang mendekati sumbu badan, aksi ini bertentangan atas aksi abduksi.
perputaran, berwujud aksi berkeliling, berlangsung pada sendi pusing, semisal aksi kala menggelengkan kepala.
circumduksi, aksi dimana pucuk distal satu tulang membangun 1 bundaran sebaliknya pucuk proksimalnya konsisten. berlangsung pada sendi anak bedil, contohnya aksi memesong tangan 1 bundaran memutari pundak.
pronasi, aksi memesong tangan bawah buat memalingkan telapak tangan, sehingga telapak tangan berkunjung ke bawah apabila tangan bawah ditaruh di berdasarkan meja.
supinasi, aksi yang bertentangan atas pronasi.
protraksi, aksi mendorong rahang bawah pergi.
retraksi, aksi mendibula ke dalam

sebagian abnormalitas klinik

fraktur columna vertebralis, kerap berlangsung pada t12 hingga l2 karna terguling dari lokasi tinggi serta berlabuh atas kaki alias birit. kerap disertai dislokasi serta kehancuran medula spinalis atau syaraf-syaraf, bisa membuat paralisis.
hernia inti atom pulposus, discus intervertebralis di bawah l4 serta l5 kerap terhantam titik berat berat semisal mengangkat bagasi yang berat dengan mengendap.
kyphosis, melengkung yang berlangsung karna infeksi tbc vertebrae alias cara penuaan (osteoporosis, osteomalasia).
lordosis, agi pula dari kyphosis; di sini belok lumbar melipat kedalam, berlangsung karna perut besardan berat pada adipositas atau kehamilan.
scoliosis, apabila columna vertebralis mengendap ke arah sisi membangun graf “s”.
arthritis, peradangan sendi (tulang memilukan, synovia, ligamen).
rheumatism (rheumatic), semua suatu yang berangkaian atas rasa sakit dari peranti debar ialah otot, tulang, ligamen, synovia, sendi, dsb.
dislokasi (merdeka sendi), apabila sendi terkupas dari tempatnya disertai atas sobeknya ligamen.
sprain (riuk, salah pembuluh), apabila sendi terpuntir disertai terlukanya capsula fibrosaa atau ligamen tanpa terjadinya dilokasi.
strain, kondisi di mana otot amat diregangkan karna bagasi amat berat sehingga amat sakit.
tenis elbow, strain otot-otot serta pembuluh tangan bawah yang menimbilkan sakit di pucuk bawah lateral humerus (epicondylus lateralis), kerap berlangsung pada pemeran tenis.
bahan mengeluarkan lainnya:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar